Otanjoubi Omedetou || ff–may I?

Title: Otanjoubi Omedetou

Genre: Family (maybe)

Rating: T

Characters: Yamada Ryosuke, Inoo Aya (OC), Chinen Yuri, Inoo Kei, Nakajima Yuto (sekilas)

Disclaimer: I only owned the plot and Aya

Note: Semuanya fiksi, kecuali Yamada, Chinen dan Yuto—mereka memang ada. Nama ortu chara juga kagak bener, saya gak tau yang bener soalnya. Terus, JNS dan nama-nama terorisnya juga gak ada. Itu semuanya saya karang LOL.

 

 

Sakuradai, Tokyo

28 Oktober

08.10 a.m

Pagi berangin yang kencang, membuat siapapun malas pergi ke luar rumah.  Sekolah pun diliburkan beberapa hari karena dikhawatirkan terjadi badai.   Pada saat seperti ini,  Yamada lebih suka berdiam diri di kamar, memandangi rintik-rintik hujan yang mulai turun sambil minum coklat panas. Yamada sengaja membuka jendela kamarnya, menyebabkan kertas-kertas dan benda-benda ringan lainnya berterbangan ke mana-mana.  Tapi dia tidak peduli. Yamada menghembuskan napasnya panjang.  Dia teringat  kembali dengan percakapannya dengan Aya kemarin.

”Jadi…kau tinggal dimana sekarang?” ucap Yamada ringan.

”Etto…sebenarnya…Aya tidak tinggal jauh dari sini. Di daerah Ekoda,” jeda sebentar, ”Mungkin sekitar dua puluh menit dari rumah kita yang dulu,” paparnya.

”Baru pindah?”

”Hn.” Satu anggukan singkat.

Yamada meraih kertas kecil dan pena dari ranselnya. Dua benda itu ia suguhkan pada sang gadis, ”Bisa tuliskan alamat lengkapnya?”

”…”

More

Baju Tradisional Jepang

1. KIMONO

Kimono (着 物 ) adalah pakaian tradisionalJepang. Arti harfiah kimono adalahbaju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang).

Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf “T”, miripmantel berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke pergelangan kaki. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagiankanan harus berada di bawah kerah bagiankiri. Sabuk kain yang disebutob i dililitkan di bagianperut/pinggang, dan diikat di bagianpunggung. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalahzōri ataugeta.Kimono sekarang ini lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan istimewa. Wanita yang belum menikah mengenakan sejenis kimono yang disebut furisode.[1] Ciri khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai. Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakanfurisod e untuk menghadiri seijin shiki.

More

Perayaan Hanami

Hanami (hana wo miru = melihat bunga) atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan- makan di bawah pohon sakura.

Rombongan demi rombongan berpiknik menggelar tikar dan duduk-duduk di bawah pepohonan sakura untuk bergembira bersama, minum sake, makan makanan khas Jepang, dan lain-lain layaknya pesta kebun. Semuanya bergembira. Ada kelompok keluarga, ada kelompok perusahaan, organisasi, sekolah dan lain-lain.

Perayaan : akhir Maret/awal April

More

Permainan Tradisional Jepang

Jepang memiliki banyak mainan tradisional yang telah menghibur anak-anak dari generasi ke generasi. Dalam era modern seperti ini, beberapa mainan tradisional ini masih sangat populer di kalangan generasi muda Jepang. Kebanyakan dari mereka memainkannya pada saat tahun baru.

Inilah 15 mainan tradisional Jepang:

1. Koma (Gasing)


Koma bisa terbuat dari berbagai material/bahan dan terdiri dari beberapa tipe. Cara mainnya adalah dengan memutarkan gasing menggunakan tali. Beigoma, sejenis Koma, sangat popular di Jepang pada tahun 1920an, terbuat dari besi.
More

Fakta Unik tentang Jepang

1. Di Jepang, angka 4 dan 9 tidak disukai, sehingga sering tidak ada kamar bernomor 4 dan 9. Kenapa? Karena dalam bahasa Jepang, 4 dibaca “shi” yang lafalnya sama dengan kata yang berarti “mati”, sedangkan 9 dibaca “ku”, yang lafalnya berarti serupa dengan “kurushii” atau sengsara.

2. Orang Jepang menyukai angka 8. Harga-harga barang di sana banyak yang berakhiran dengan angka 8. Misalnya, harga susu 198 yen. Namun, karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus termasuk pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Pada musim panas, dorama-dorama di TV banyak yang mengisahkan tentang hantu dan hal-hal berbau seram.

4. Cara membaca tulisan Jepang ada dua. Pertama, dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kanan ke arah kiri.

5. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/cap. Ada beberapa jenis hanko di Jepang yakni, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti untuk membeli rumah, mobil, guarantor, dsb. Jenis ini diregistrasikan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. Inkan ini juga diregistrasikan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregistrasikan.

More

Boneka-Boneka 人形 Jepang

Berikut ini adalah boneka-boneka yang terkenal di Jepang

1. Kokeshi


Kokeshi merupakan boneka Jepang yang terbuat dari kayu, dengan badan silinder yang sederhana dengan kepala yang lebih besar dari badannya, rambut yang sedikit, dan garis-garis yang digambar membentuk wajah. Biasanya di badannya digambar corak bunga dengan warna merah, hitam, kuning dan dilapisi dengan semacam lilin. Karakteristik mencolok dari boneka Kokeshi adalah tiadanya lengan dan kaki. Biasanya di bagian bawah boneka ini ditandai dengan cap/stempel pemiliknya.

Kokeshi ini telah dibuat selama 150 tahun, dan berasal dari utara pulau Honshu (pulau utama Jepang). Awal mulanya, boneka ini dibuat sebagai mainan dari anak-anak petani. Dari mainan yang sederhana ini, sekarang menjadi kerajinan Jepang yang terkenal, dan dijadikan souvenir bagi turis.

More

Matsuri 祭り

Matsuri berarti festival atau hari raya. Di Jepang, festival biasanya disponsori oleh kuil ataupun diadakan bukan yang bersifat kepercayaan. Biasanya setiap daerah memiliki setidaknya satu matsuri di akhir musim panas atau awal musim gugur, kadang berhubungan dengan panen.
Festival di Jepang merupakan acara tradisional yang berhubungan dengan perayaan tertentu. Beberapa festival mempunyai asal-usul dari festival yang juga awalnya ada di China tetapi telah mengalami perubahan dramatis dengan tradisi lokal.

Beberapa malahan benar-benar berbeda yang tidak memiliki kemiripan dengan festival “aslinya” walaupun memiliki nama dan waktu yang sama. Terdapat pula beberapa festival lokal (seperti Tobata Gion) yang bahkan tidak diketahui di luar prefektur lain.

Masyarakat Jepang pada umumnya tidak merayakan Tahun Baru China karena telah tergantikan oleh Tahun Baru Barat pada akhir abad 19, tetapi warga China yang bertempat tinggal di Jepang masih merayakannya. Di Yokohama, terdapat pecinan terbesar di Jepang, dimana turis dari segala penjuru di Jepang datang untuk menikmati perayaan tersebut. Hal ini juga mirip dengan festival lampion di pecinan Nagasaki.

Festival biasanya terdiri dari satu atau dua acara utama, dengan stan-stan makanan, pertunjukan, permainan untuk membuat pengunjung tetap betah dan terhibur.

Kita dapat menemukan stan-stan di sekitar matsuri yang menjual souvenir atau makanan seperti takoyaki, atau yang menyediakan permainan seperti menangkap ikan koki. Selain itu ada juga kontes karaoke, pertandingan sumo, dan hiburan-hiburan lain yang tersedia.
More

Previous Older Entries