Valentine Day と White Day

Kita mengenal tanggal 14 Februari sebagai Valentine Day. Hari Valentine dulu dirayakan untuk menghormati Pastor Valentine yang dihukum mati pada tanggal 14 Februari 270 karena menentang ketentuan Kaisar Claudius II yang melarang tentaranya untuk menikah. Akhirnya Pastor Valentine ditahbisakan menjadi Santo Valentine.

Di Jepang, perayaan Valentine’s Day agak berbeda dengan negara lain. Yang memberi kado adalah cewek, dan kado itu biasanya berupa coklat.

Cokelat yang diberikan bisa dibagi menjadi dua kategori: giri choco (cokelat ‘wajib’) dan honmei choco (cokelat yang hanya diberikan kepada lelaki yang dia sukai). Giri choco juga biasa diberikan kepada senior di kantor atau juga kepada rekan-rekan kerja pria yang lainnya. Bukanlah hal yang aneh jika Anda melihat seorang wanita membeli 20 atau 30 cokelat jenis ini untuk diberikan kepada rekan-rekannya dan juga kepada pria yang sering berhubungan dengannya.

Tak ayal lagi, pendekatan perayaan hari Valentine seperti ini adalah saat-saat yang paling ditunggu-tunggu oleh department store dan toko-toko. Mereka berlomba-lomba untuk mempromosikan secara besar-besaran karena, tak dapat disangkal lagi, ini adalah saat untuk meningkatkan penjualan. Display yang besar dengan gambar cokelat, biasanya berbentuk hati, menghiasi tiap lantai di tiap department store dan toko-toko mulai sekitar pertengahan Januari.

Seorang wanita biasanya membeli giri choco sampai menghabiskan ratusan yen dan juga membeli sekotak cokelat honmei choco yang mahal berikut hadiah berupa dasi atau apapun untuk “orang spesial”-nya.

Selain itu ada juga kategori tomo choko, yaitu coklat yang diberikan kepada teman, biasanya untuk sesama wanita. Dan dikenal juga gyaku choko, yaitu coklat yang di berikan pria kepada teman wanitanya. Selain kategori di atas ada juga mai choko, yang di ambil dari kata my choko, yaitu coklat yang di berikan untuk diri kita sendiri sebagai hadiah.

Meskipun ini terlihat hanya dari satu sisi, para pedagang (atau pembuat permen) – yang tidak pernah melewatkan kesempatan sedikitpun untuk menjual lebih banyak – memanfaatkan rasa ‘segan’ masyarakat Jepang dan menciptakan “White Day”.

Pada 14 Maret atau White Day, sebulan setelah hari Valentine, para pria yang beruntung mendapatkan cokelat spesial pada hari Valentine berkesempatan untuk memberikan permen atau cokelat yang lebih mahal untuk membalas kebaikan wanita tersebut (entah mengapa, harga hadiah yang dijual saat itu agak lebih mahal daripada yang dibeli oleh sang wanita).

Lagi-lagi semua toko membuat promosi besar-besaran untuk perayaan ini, sehingga pria yang paling pelupa sekalipun tidak bisa beralasan lupa akan hari itu. Cokelat yang diberikan oleh para pria biasanya dikemas dalam kotak putih (oleh karena itu disebut “White Day”) dan diletakkan dalam sebuah kantung belanja yang terpisah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: